Ketika Minus Jadi Plus

INDONESIASATU.CO.ID:

Menjadi pemimpin didaerah yang memanjang +/- 243 km, sebelah utara berbatasan dengan Kota Padang, dan sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Jambi, bukanlah persoalan gampang.

Pessel memang minus SDA. sama halnya dengan kab/kota lain di Sumbar, tetapi dengan semangat untuk maju, saatnya mengubah kekurangan dan kelemahan daerah, menjadi keuntungan dan keunggulan.

Bupati Hendra Joni acap mencontohkan dengan hal-hal sederhana, 'setiap yang ditempa dengan kesusahan, kekurangan atau keterbatasan, jika cerdas menyikapinya, maka suatu ketika akan menemukan jalan keberhasilan'.

Ya, sudah bergelanggang mata orang banyak, tokoh-tokoh besar dan top, ternyata bukan lahir dari rahim yang cengeng, bergelimang kesenangan, tetapi muncul dari kepahitan dan getir hidup.

Tamsil itu, hendak mengingatkan kita sebagai warga Pesisir Selatan, luas lahan kita, nyaris hanya 30 persen saja yang bisa dimanfaatkan, selebihnya 'dilindungi', jelas dari sisi penguasaan lahan tentu sempit sekali, untuk 500 ribu jiwa yang berdiam di 15 kecamatan.

Tetapi sekali lagi, seorang Hendrajoni Dt Bandobasau tak ingin meratapi kekurangan tapi berusaha menjadikan minus jadi plus. Caranya, memang banyak relasi dengan pengambil kebijakan dilevel pusat. APBD Pessel kita tahun 2018 hanya Rp1,6 triliun, Rp900 miliar untuk belanja tidak langsung alias belanja aparatur dan belanja bantuan keuangan pada nagari, lalu apa yang bisa dilakukan seorang pemimpin dengan anggaran Rp.700 miliar itu?.

Tentu, kita bertanya-tanya, ditengah begitu banyak urusan daerah, betul-betul komplek. Urusan pendidikan, berapa banyak SD dan SMP yang butuh rehab?, berapa banyak pustu, puskesmas dan RSUD yang butuh dana?, jalan yang perlu dibangun, aspal yang wajib diganti, atau irigasi yang musti diperbaiki atau dibangun, banyaknya rumah tidak layak huni?.

Pertanyaannya, cukupkah dana Rp.700 miliar itu?, akumulasi untuk lima tahun hanya Rp3,5 triliun, angka yang sangat kecil.

Faktanya, seorang Hendrajoni tidak ingin kekurangan jadi hambatan. Bak pepatah, 'tidak satu jalan ke Roma', tapi banyak. Hingga 3 tahun masa kepemimpinan Bupati Hendrajoni-Rusmayul Anwar, Pessel nyatanya tumbuh mengeliat, Pessel tidak terlalu dibelakang, buktinya, IPM kita masih dipapan tengah, nomor 12 dari 19. (bersambung)

  • Whatsapp

Index Berita